Banyak wisatawan mengagumi keindahan Iran, dan oleh karena itu wisata Shiraz menjadi destinasi yang sangat wajib. Kota ini berada di bagian barat daya Iran. Sejak dahulu kala, Shiraz terkenal sebagai pusat kebudayaan, sastra, dan seni Persia. Oleh sebab itu, kota ini menawarkan sejarah yang sangat kaya bagi para petualang dunia.
Shiraz juga memiliki julukan sebagai kota puisi dan bunga mawar. Dua penyair legendaris dunia lahir dan tumbuh di tempat ini. Selain itu, kehangatan warga lokal akan langsung menyambut Anda saat pertama kali datang. Oleh karena itu, setiap sudut kota ini menyimpan pesona visual yang sangat menakjubkan.
Cahaya Magis di Masjid Merah Muda Nasir al-Mulk
Destinasi utama dalam agenda wisata Shiraz adalah Masjid Nasir al-Mulk. Masyarakat dunia lebih mengenal tempat ini dengan nama Masjid Merah Muda. Namun, arsitektur bangunan abad ke-19 ini memiliki desain interior yang sangat unik.
Anda sebaiknya datang mengunjungi masjid ini pada pagi hari. Sebab, sinar matahari pagi akan menembus jendela kaca patri yang berwarna-warni. Kemudian, fenomena alam ini menciptakan pantulan cahaya indah di atas karpet Persia. Ruangan masjid seketika berubah menjadi lautan warna merah muda, kuning, dan biru. Oleh karena itu, para fotografer dunia sangat menyukai momen magis yang menakjubkan ini.
Menghormati Sang Pujangga di Makam Hafez dan Saadi
Masyarakat Iran sangat mencintai karya sastra dan puisi. Shiraz merupakan rumah abadi bagi dua penyair agung Persia, yaitu Hafez dan Saadi. Oleh karena itu, pemerintah setempat merawat makam mereka dengan sangat baik hingga hari ini.
1. Aramgah-e Hafez (Makam Hafez)
Makam Hafez berada di tengah taman terbuka yang sangat asri. Sebuah paviliun marmer yang indah melindungi area makam sang penyair. Setiap sore, ratusan warga lokal berkumpul di tempat ini. Selain itu, mereka duduk santai sambil membaca buku puisi bersama keluarga. Akibatnya, atmosfer di sekitar makam terasa sangat damai dan penuh ketenangan.
2. Aramgah-e Saadi (Makam Saadi)
Anda juga bisa melanjutkan perjalanan menuju makam Saadi. Kompleks makam ini menggabungkan arsitektur modern dengan seni tradisional Persia. Selain itu, pohon-pohon cemara yang rindang mengelilingi seluruh area taman. Oleh sebab itu, tempat ini sangat cocok untuk menenangkan pikiran dari keramaian kota.
Peninggalan Sejarah Dinasti Zand dan Taman Eram
Wisata Shiraz juga menawarkan bukti kejayaan masa lalu melalui peninggalan Dinasti Zand. Anda bisa melihat Benteng Karim Khan yang berdiri kokoh di pusat kota. Benteng kuno ini memiliki menara bata yang sangat unik. Namun, salah satu menara tersebut tampak miring seperti Menara Pisa di Italia.
Tepat di samping benteng, Anda akan menemukan Vakil Bazaar. Pasar tradisional ini menjual berbagai macam barang unik khas Persia. Oleh karena itu, wisatawan bisa membeli rempah-rempah segar, permadani mewah, dan kerajinan tangan tembaga.
Setelah puas berbelanja, Anda harus singgah ke Taman Eram. UNESCO menetapkan taman surga ini sebagai situs warisan budaya dunia. Selain itu, aliran air jernih membelah barisan pohon saru yang menjulang tinggi. Kemudian, ribuan bunga mawar yang mekar indah membuat udara sekitar terasa sangat harum.
Menyusuri Kemegahan Kuno di Reruntuhan Persepolis
Petualangan wisata Shiraz belum lengkap tanpa mengunjungi situs purbakala Persepolis. Situs arkeologi luar biasa ini berada sekitar 60 kilometer dari pusat kota. Raja Darius Agung mendirikan kota megah ini pada tahun 515 Sebelum Masehi. Oleh sebab itu, Persepolis dahulu berfungsi sebagai ibu kota agung Kekaisaran Persia.
Wisatawan masih bisa melihat sisa-sisa kemegahan istana kuno ini. Patung banteng bersayap berwajah manusia menjaga Gerbang Semua Bangsa dengan gagah. Selain itu, dinding batu di situs ini menampilkan relief detail utusan berbagai negara. Oleh karena itu, berdiri di antara tiang raksasa ini akan membawa Anda melintasi waktu ke masa kejayaan Persia.
Kuliner Segar yang Memanjakan Lidah Wisatawan
Shiraz juga memiliki berbagai macam kuliner lezat yang wajib Anda coba. Kuliner lokal pertama adalah Kalamu Polo. Hidangan ini merupakan nasi khas Shiraz dengan campuran kubis, rempah-rempah, dan bakso kecil.
Sebagai pencuci mulut, Anda harus mencicipi Faloodeh Shiraz. Kuliner ini merupakan es serut tradisional tertua di dunia yang menggunakan pati gandum. Kemudian, penjual menyajikan es ini bersama sirup air mawar dan perasan jeruk nipis segar. Akibatnya, rasa manis dan asam es ini memberikan kesegaran instan di tenggorokan Anda.